Sejarah

Sejarah desa Banjaranyar tidak banyak meninggalkan bukti tertulis , hanya berdasarkan tutur para sesepuh desa.Bahwa dulu Desa Banjaranyar hanyalah tanah kosong di pinggir jalan daendles/pantura.Lalu bermukimlah pasangan suami istri yang bernama Mbah Jambi dan Mbah Junti.Dinamakan Banjaranyar karena dalam bahasa jawa barisan padi yang baru dinamakan “banjar”,maka kalau petani akan membariskan benih mereka mengatakan “pan mbanjari”.Karena tanah desa Banjaranyar adalah persawahan yang baru dibuka maka mereka menamakan “Banjaranyar” karena anyar berarti baru.

Awal adanya pemerintahan desa mulai ada sebelum kemerdekaan yang mulai tercatat ketika dipimpin oleh Kepala Desa yang bernama Tayu.Setelah merdeka dipimpin oleh Kades Daniyah dengan Sekdes Wasir,lalu diteruskan oleh Kades Taryono dengan Sekdes Nur Achmad.Pada tahun 1967 dipimpin oleh Kades Mashuri yang sebelumnya adalah lebe.

Sebelum tahun 1974 Pemerintah Desa tidak mempunyah Kantor tersendiri,hingga dibangunlah Balai Desa pada masa kepemimpinan Kades Romdhi,terletak disamping Lumbung Desa.Sekretaris Desa dijabat oleh Bapak Sochib.Tahun 1989 Bapak Mucholil terpilih sebagai Kades,memjabat sampai tahun 1988,dan Bapak H.Romdhi menjabat kembali sebagai kades hingga tahun 2006.

Pada tahun 2006 Bapak Waenda terpilih menjadi Kades dengan masa jabatan sampai tahun 2013 ,Sekdes masih dijabat oleh Bapak Sochib.Dan pada Pilkades akhir 2012 Bapak H.Kadim Eppendi terpilih menggantikan Kades Waenda sampai sekarang.